Tradisi Perayaan Hari Waisak Di Berbagai Negara

Tradisi waisak via freepik ala duniamasak

Hari Raya Waisak adalah hari suci yang dirayakan oleh umat beragama Buddha. Nama hari Waisak diambil dari bahasa Pali yaitu Wesakha yang juga terkait dengan Waishakha dari bahasa Sanskerta. Hari Waisak juga dikenal dengan beragam nama di berbagai negara seperti nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Selain nama yang beragam, cara perayaan di berbagai negara juga memiliki keunikannya masing-masing. Mari simak tradisi perayaan hari Waisak di berbagai negara berikut ini:

Tradisi Perayaan Waisak

Tradisi perayaan waisak via freepik ala duniamasak
Tradisi perayaan waisak via freepik

India

Hari Waisak memiliki arti penting di negara India. Umumnya, penganut agama Buddha dari seluruh dunia akan mengunjungi kota Gaya, Sarnath, dan Kushinagar untuk melakukan perayaan. Umat diminta memakai pakaian serba putih sambil berdoa dan memegang kitab suci Buddha. Patung Sang Buddha juga akan diberikan hiasan dengan beberapa persembahan seperti buah-buahan, makanan, dan lilin.

Baca lainnya  Ingin Berkebun Buah di Lahan yang Sempit? Berikut Tipsnya!

Nepal

Selain di India, umat Buddha di negara Nepal juga mengenakan pakaian putih pada saat perayaan hari Waisak dan diminta hanya mengonsumsi makanan vegetarian. Makanan tersebut bisa berupa kheer yaitu bubur manis yang memiliki arti khusus pada saat perayaan Waisak. Makanan ini mengingatkan pada suatu kisah yaitu seorang gadis bernama Sujata yang menawarkan semangkuk bubur susu kepada sang Buddha. Sang Buddha lalu menyantap bubur tersebut lalu berendam di sungai Neranjara. Setelah selesai, sang Buddha melempar mangkuk makannya ke sungai kemudian berkata, “Jika mangkuk mengarah ke hulu, maka aku akan sukses menjadi Buddha dan jika ke hilir, maka kebalikannya”. Dan seperti yang sudah diperkirakan, mangkuk tersebut pun mengarah ke hulu dan terdiam di tengah-tengah sungai. Tak hanya kisah tersebut, saat perayaan hari Waisak penganut agama Buddha juga membaca kembali kisah populer Sang Buddha yang bertapa untuk memperoleh pencerahan.

Singapura

Di negara ini, umat agama Buddha di kuil akan menyelenggarakan serta mendekorasinya dengan bunga dan bendera pada perayaan hari Waisak. Penganut agama Buddha di Singapura juga biasanya mengadakan kegiatan sosial seperti donor darah, mendonasikan makanan, baju, sumbangan, serta melepaskan hewan-hewan yang terkurung. Selain itu, umat agama Buddha juga menawarkan bunga, lilin, dan dupa ke beberapa kuil untuk memeriahkan perayaan ini.

Baca lainnya  Cara Memulai Bisnis Katering dengan Modal Minim

Sri Lanka

Sama seperti negara lain, umat agama Buddha di Sri Lanka juga menghias rumah dan jalanan dengan atribut lilin. Selain itu, penganut pun membuat gambar besar mengenai perjalanan hidup Sang Buddha. Biasanya, pada siang hari umat agama Buddha akan mengucapkan kalimat suci, berdoa, mendengar lagu renungan, dan membagikan makanan untuk merayakan tradisi hari Waisak.

Thailand

Negara ini juga terkenal memiliki agama utama Buddha bagi mayoritas penduduknya yaitu di negara Thailand. Warga Thailand biasanya merayakan hari Waisak dengan mengunjungi kuil Buddha What Phra Kaeo. Di kuil tersebut terdapat beberapa upacara keagamaan seperti menempelkan daun emas dan mengelilingi patung Buddha secara bersama-sama.

{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com

Yuk bahas artikel ini!