7 Jenis Piring dan Kegunaannya, Yuk Simak!

Piring merupakan salah satu alat makan wajib yang kita gunakan setiap hari. Selain menjadi wadah hidangan, piring yang tepat juga bisa mempercantik tampilan meja makan dan membuat momen bersantap jadi lebih nikmat. Menariknya, beda bentuk, ukuran, dan bahan piring, beda pula fungsinya. Yuk, kenali 7 jenis piring beserta kegunaannya masing-masing oleh Duma!
Jenis Piring dan Kegunaannya

Meski fungsi utama piring adalah sebagai wadah makanan, ada banyak jenis piring yang perlu kita kenali. Keragaman ini biasanya didasarkan pada aspek fungsional dan estetikanya. Di satu sisi, beda menu makanan tentu membutuhkan jenis piring yang berbeda. Di sisi lain, unsur estetika piring menjadi sangat penting dalam jamuan resmi, seperti pada pengaturan table manner.
Piring Datar (Dinner Plate)
Piring datar atau dinner plate adalah jenis piring yang paling sering kita jumpai di meja makan sehari-hari. Dengan diameter sekitar 26 hingga 30 cm, ukurannya yang besar dan permukaannya yang luas sangat ideal untuk menyajikan menu utama, mulai dari nasi hingga aneka lauk-pauk. Karena biasanya dibuat dari material yang kuat seperti porselen, keramik, atau melamin, piring ini sangat fleksibel untuk dipakai makan sehari-hari maupun saat menjamu tamu di acara formal.
Piring Dalam (Soup Plate)
Sesuai namanya, piring dalam atau soup plate punya bentuk cekung yang sengaja dibuat untuk menghidangkan sup, soto, atau makanan berkuah lainnya. Piring ini biasanya memiliki diameter sekitar 20 hingga 25 cm dan menggunakan bahan yang aman untuk makanan panas, seperti porselen atau keramik. Desainnya yang melengkung ke dalam sangat efektif menjaga agar kuah makanan tidak gampang tumpah saat disajikan.
Piring Makan Ringan (Salad Plate)
Kalau sahabat Duma sering menemui piring yang ukurannya sedikit lebih kecil dari piring utama, itu adalah piring makan ringan atau salad plate. Dengan diameter sekitar 20โ22 cm dan permukaan yang rata, piring ini pas banget untuk menyajikan salad, camilan, atau menu pembuka (appetizer). Menariknya, piring jenis ini biasanya punya desain dan motif yang cantik untuk membuat tampilan makanan jadi lebih menggugah selera saat dihidangkan.
Piring Kecil (Side Plate)
Sesuai namanya, piring kecil atau side plate ini bertugas sebagai pendamping piring utama di meja makan. Ukurannya yang mungil, hanya sekitar 15โ18 cm, membuatnya sangat pas untuk menaruh makanan pelengkap seperti roti, mentega, atau sejumput saus. Tak hanya itu, piring berpermukaan datar ini juga multifungsi karena sering dipakai sebagai tatakan cangkir kopi atau tehs.
Piring Penyaji (Serving Plate)
Saat makan tengah bersama keluarga atau teman, piring penyaji (serving plate) inilah yang jadi bintangnya. Desainnya yang ekstra besar, dengan diameter minimal 30 cm, memang sengaja dibuat untuk menampung porsi besar yang siap dibagi-bagi, seperti ikan utuh atau daging panggang. Karena terbuat dari bahan-bahan yang kokoh seperti stainless steel, porselen, atau keramik, piring berpermukaan luas ini sangat awet dan bisa diandalkan untuk menyajikan makanan dalam jumlah banyak.
Piring Kue (Dessert Plate)
Untuk menutup sesi makan dengan yang manis-manis, piring kue atau dessert plate adalah wadah yang pas. Ukurannya yang cenderung mungil, sekitar 18โ20 cm, memang sengaja disesuaikan dengan porsi hidangan penutup seperti puding, kue tart, atau potongan buah segar. Supaya momen cuci mulut terasa lebih istimewa, piring ini biasanya dibalut dengan desain yang cantik dan elegan untuk memanjakan mata sebelum kita mencicipi makanannya.
Piring Khusus (Specialty Plate)
Selain piring biasa, ada juga piring khusus yang dibuat spesifik untuk jenis makanan tertentu, seperti piring pizza, piring sushi, atau wadah hidangan tradisional. Karena fungsinya yang spesifik, bentuk, ukuran, hingga bahan pembuatannya sengaja disesuaikan dengan karakteristik makanan tersebut. Uniknya lagi, piring jenis ini biasanya punya tampilan yang menarik dan khas, sehingga bikin penyajian makanan kelihatan jauh lebih estetik dan menggugah selera.
