Kue Keranjang Imlek: Santapan Wajib Perayaan Hari Besar Sincia

Kue Keranjang Imlek via pikiran-rakyat.com

Kue keranjang Imlek adalah santapan khas yang wajib ada saat perayaan imlek bagi masyarakat Tionghoa. Kue yang menjadi ciri khas imlek ini merupakan sajian turun-temurun yang selalu ada di setiap perayaan hari besar Sincia.

Lalu adakah makna yang tersirat dari hadirnya kue keranjang di tiap perayaan Imlek? Yap, kue keranjang bermakna sebagai penutup hal-hal buruk pada saat imlek berlangsung. Santapan ini melambangkan sebuah keyakinan agar selalu mendapat kebaikan di hari-hari selanjutnya.

Kue Keranjang Imlek: Santapan Wajib Tahun Baru

Kue Keranjang Imlek via blog.reservasi.com

Kue Keranjang Imlek via blog.reservasi.com

Kue keranjang ini diibaratkan sedang menutup langit agar tidak hujan. Maksudnya adalah agar segala hal-hal buruk tidak terjadi. Nah, mengenai cara pembuatannya, kudapan berbahan dasar tepung ketan dan gula merah ini diolah dengan cara dikukus selama sehari semalam. Proses membuat kue ini harus teliti agar tidak mudah gosong. Sebagai kue pelengkap imlek, santapan ini baru bisa dimakan 20 hari setelahnya.

Sementara itu, kue keranjang dodol Cina, atau kue tahunan adalah kue yang hanya dibuat 1 tahun sekali menjelang perayaan Imlek. Kekhasan yang dimiliki kue ini tidak hanya dari bentuknya saja tetapi memang wajib ada sebagai sajian dalam peribadatan, dibagikan kepada saudara, atau bahkan pada tetangga. Oiya kue keranjang ini mempunyai nama asli Nian Gao, dimana ‘nian‘ berarti tahun dan ‘gao‘ berarti kue.

Baca lainnya  Kamu Gulali Addict? Simak Fakta Menarik Berikut

Dalam dialek Hokkian, Ti Kwe yang berarti ‘kue manis’, pelafalannya terdengar seperti kata ‘tinggi’ sehingga kue ini pun disusun tinggi atau bertingkat-tingkat. Penyusunan ke atas makin mengecil dan ini memilik makna peningkatan rejeki atau kemakmuran. Di Tiongkok sendiri ada semacam kebiasaan untuk menyantap kue keranjang terlebih dulu saat tahun baru untuk mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan. Setelah itu baru menyantap nasi.

Nilai Filosifi Lain Tentang Kue Keranjang Imlek

Yang pertama adalah bahan pembuat kue. Kue keranjang dibuat dari tepung ketan yang punya sifat lengket. Ini mempunyai makna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu. Rasanya yang manis dari gula dan terasa legit pun menggambarkan rasa suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

Baca lainnya  Bagaimana Sih Cara Merawat Kompor Listrik Yang Benar?

Bentuk bulat dari kue keranjang tanpa sudut di semua sisi juga punya makna mengagumkan karena melambangkan pesan kekeluargaan tanpa melihat ada yang lebih penting dibandingkan lainnya dan akan selalu bersama tanpa batas akhir. Diharapkan keluarga juga bisa berkumpul minimal 1 tahun sekali sehingga akan tercipta kerukunan dalam hidup dan siap untuk menghadapi hari-hari kedepan. Jadi, pesan kekeluargaan begitu jelas terlihat disini, tidak hanya dengan keluarga saja, tetapi juga dengan komunitas, tetangga, klien, dan pelanggan usaha juga lho.

Tekstur dan daya tahan kue keranjang yang disantap saat Imlek pun punya arti filosofi. Kekenyalan yang terasa merupakan simbol dari sebuah kegigihan, keuletan, daya juang, dan perasaan pantang menyerah untuk meraih tujuan hidup.

{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com

Yuk bahas artikel ini!