Hand Mixer VS Stand Mixer, Pilih Mana?

Share artikel ini:
Hand Mixer VS Stand Mixer via handmixercenter.com - Dunia Masak

Hand Mixer VS Stand Mixer via handmixercenter.com

Anda yang gemar ‘baking’ tentu sudah tidak asing lagi dengan mixer. Alat untuk mencampur adonan kue ini bisa memudahkan pekerjaan Anda. Hasil cake pun memiliki tekstur yang lebih baik: empuk dan tidak bantet.

Mixer sendiri ada dua macam, yaitu hand mixer dan stand mixer. Nah, pertanyaan selanjutnya ialah mana yang lebih baik, hand mixer atau stand mixer?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut akan kami paparkan perbedaan dari masing-masing mixer. Silakan disimak.

  1. Hand Mixer

Hand mixer merupakan mixer yang paling dikenal dan banyak digunakan. Mixer ini perlu dipegangi saat digunakan karena tidak memiliki penyangga/rangka. Di skala rumah tangga, mixer jenis ini paling banyak digunakan. Alasannya, karena mixer ini relatif murah sehingga realistis untuk dibeli.

Keunggulan Hand Mixer

Dibandingkan dengan stand mixer, hand mixer memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Bobot Ringan

Hand mixer memiliki bobot yang ringan. Dengan begitu, ia lebih fleksibel untuk dipindah-pindahkan.

  • Hemat Tempat

Hand mixer memiliki ukuran yang kecil, ia pun  mudah disimpan dan tidak ‘memakan’ banyak tempat. Saat digunakan pun hand mixer lebih hemat tempat saat dibandingkan dengan stand mixer.

  • Mudah dibersihkan

Hand mixer memiliki ukuran lebih kecil, bagian-bagian dari mixer ini juga mudah dipisahkan. Oleh karena itu, mixer jenis ini menjadi mudah saat dibersihkan.

  • Fleksibel

Hand mixer bisa menggunakan jenis/bentuk wadah adonan apa pun, tidak terbatas pada wadah adonan tertentu. Jadi, Anda bisa menggunakan wadah adonan yang ada untuk mencampur adonan menggunakan hand mixer.

Kelemahan Hand Mixer

Di balik kelebihan pasti ada kekurangan, begitu pula dengan hand mixer. Beberapa kelemahan yang dimiliki oleh hand mixer, yaitu:

  • Kapasitas Terbatas
    Kemampuan mengaduk adonan pada hand mixer relatif terbatas karena kapasitas motor yang kecil.
  • Wadah Tidak Stabil
    Wadah adonan tidak stabil sehingga perlu dipegangi terus-menerus. Jika tidak, wadah bisa goyang, adonan pun bisa menyembur ke segala arah.
  • Baling-Baling Kurang Fleksibel
    Jika adonan terlalu dalam, baling-baling pengocok sulit digerakkan. Dengan begitu, kualitas adonan (tekstur) bisa saja terpengaruh. Jika baling-baling pengocok terlalu besar sementara adonan sedikit, akan sulit untuk dicampur menggunakan hand mixer.
  • Membuat Pegal
    Dapat membuat tangan pegal terlebih jika adonan yang dikocok memiliki volume yang besar.
  1. Stand Mixer

Jika hand mixer perlu dipegangi, stand mixer tidak perlu dipegangi karena memiliki rangka yang kokoh yang dapat menopang badan mixer. Rangka pada stand mixer menyatu dengan wadah adonan (kom adonan). Ia pun lebih stabil dan bisa berdiri sendiri. Anda bebas mempersiapkan yang lainnya sementara adonan sedang dicampur di dalam stand mixer.

Keunggulan Stand Mixer

Stand mixer memiliki beberapa kelebihan dibandingkan hand mixer. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Memiliki wadah yang lebih basar sehingga mencegah adonan tumpah.
  • Memiliki kapasitas yang besar. Kapasitas hand mixer bisa mencapai 100 liter. Namun, untuk kebutuhan rumah tangga, kapasitas hand mixer rata-rata  5 liter per mixer.
  • Kekuatan motor stand mixer relatif besar. Stand mixer pun dapat mencampur adonan dengan ketebalan relatif besar tanpa mengalami kendala.
  • Waktu proses relatif singkat.
  • Wadah cenderung stabil sehingga tidak perlu dipegangi. Adonan pun tidak mudah menyembur keluar.
  • Fitur relatif lebih lengkap. Fitur yang biasanya ada, yaitu: timer, bel, automatic stop, dll.
Baca lainnya  5 Tips Memasak Anti Gagal ala duniamasak.com

Kelemahan Stand Mixer

Stan mixer pun tak luput dari kelemahan. Beberapa kelemahan dari stand mixer, antara lain:

  • Harga lebih mahal.
  • Lebih repot saat membersihkan.
  • Membutuhkan ruang yang luas saat digunakan atau disimpan.
  • Tidak fleksibel/tidak mudah dipindah-pindahkan.
  • Kepekaan naluri saat mengocok pun berkurang, karena Anda tidak bersentuhan langsung dengan adonan. Hal ini dapat mengakibatkan adonan over mixing sehingga cake menyusut setelah dipanggang. Solusinya, Anda perlu rajin untuk mengecek adonan ketika proses mixing sedang berlangsung.

Saat Anda menggunakan stand mixer, sering kali banyak adonan yang menempel di pinggir wadah adonan (kom adonan). Agar bahan Anda tidak terbuang sia-sia, sebaiknya Anda membersihkan adonan yang menempel di bagian pinggir dan meletakkannya di bagian tengah.

Baca lainnya  Panci Tepat, Masak Mantap! Kenali Macam Panci Sebelum Anda Gunakan

Oh ya, saat membersihkan adonan yang ada di bagian pinggir wadah, sebaiknya menggunakan spatula berbahan plastik atau karet agar tidak merusak  baling-baling mixer yang biasanya terbuat dari metal.

Hand Mixer atau Stand Mixer, Pilih Mana?

Setiap jenis mixer memiliki plus-minus masing-masing, tentu memilih berdasarkan kebutuhan merupakan solusi yang tepat. Hal yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih mixer, yaitu:

  • Fungsi mixer (akan digunakan untuk mencampur apa?)
  • Kapasitas produksi Anda
  • Fleksibilitas mixer (apakah mixer sering Anda pindahkan?)
  • Bujet

Dengan menganalisa keempat faktor di atas, dapat memudahkan Anda untuk memilih mixer yang tepat.

Saat Anda membutuhkan mixer dalam kapasitas besar dan sering Anda gunakan, tidak ada salahnya Anda memilih stand mixer. Namun, jika Anda membutuhkan mixer hanya untuk mengocok mentega, putih telur, krim kental, atau bahan cair lainnya yang ringan, lebih baik Anda menggunakan stand mixer yang memiliki harga lebih murah.

 

Demikian informasi kami tentang hand mixer dan stand mixer. Bagaimana, sudah tahu mana yang tepat untuk Anda? Jika Anda tertarik untuk membeli hand mixer atau stand mixer, Anda bisa mengecek daftar produk dan daftar harga mixer terbaru di sini.

 

Share artikel ini:

Yuk bahas artikel ini!