Pentingnya Menyimpan Beras Menggunakan Dispenser Beras

Menyimpan Beras via financialtribune.com

Sebagaimana yang kita tahu nih, nasi adalah salah satu jenis makanan pokok yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Nasi berasal dari beras yang dimasak dengan air sebelum dapat dikonsumsi. Kamu perlu tahu cara menyimpan beras yang tepat agar terhindar dari masalah kutu ataupun bau apek. Nah untuk itu, tim DuniaMasak membagikan infomasinya berikut ini untuk sahabat duma sekalian.

Yuk Menyimpan Beras Dengan Dispenser Miyako

Dispenser Beras Miyako menyimpan beras via duniamasak.com

Dispenser Beras Miyako via duniamasak.com

Perawatan tetaplah harus dilakukan karena beras yang akan kita simpan ke dalam alat ini nantinya akan dimasak dan dimakan oleh kita, jadi kita harus menjaga beras agar selalu siap pakai sebelum dimasak. Nah keluhan yang sering muncul saat menyimpan beras pada alat / sarana penyimpan beras adalah:

  • Beras menjadi bau apek dan berjamur;
  • Terdapat kutu beras yang mengakibatkan hancurnya butiran beras dan menimbulkan bau yang tidak sedap;
  • Banyaknya binatang kecil selain kutu beras yang bersarang seperti semut dan kecoa.

Tips Menyimpan Beras Menggunakan Dispenser Beras

 
  • Saat memiliki sarana penyimpan beras, pastikan seluruh bagian dibersihkan dari debu atau binatang-binatang kecil. Membersihkannya cukup dengan lap lembab yang diteruskan dengan lap kering.
  • Letakkan alat penyimpan beras di tempat yang bersih dan kering jauh dari aktifitas yang berhubungan dengan air, hal ini berguna untuk mencegah terjadinya karat pada badan alat bagian luar yang terbuat dari logam.
  • Bila kamu meletakkannya di dekat dinding tembok maka sebaiknya berilah jarak antara dinding dengan badan alat kira-kira 5cm-10cm. Hal ini berguna untuk menghindari terbentuknya udara lembab di sekitar badan dispenser beras yang dapat memicu tumbuhnya jamur.
  • Setiap akan memasukkan beras baru pastikan beras tersebut dalam keadaan baik (tidak berbau apak, bersih, terbebas dari jamur dan kutu)
  • Hampir semua jenis beras yang disimpan dalam tempat penyimpanan beras atau dispenser beras dapat bertahan dalam kondisi baik selama satu bulan, dan bila sudah melewati masa itu maka kualitas beras akan menurun, maka dari itu perhitungkan jumlah takaran beras yang dimasukkan ke dalam sarana penyimpan beras agar dapat habis dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga selama satu bulan. Setelah beras habis maka dapat diisi kembali dengan beras yang baru.
  • Hindari memasukkan beras baru bila di dalam alat penyimpan beras masih ada sisa beras sebelumnya, mengapa demikian? Setelah beras yang berada di dalam tempat menyimpan beras sudah habis segeralah bersihkan bagian dalam alat dengan menggunakan kain lembab sampai tidak ada lagi sisa-sisa pecahan atau serbuk beras lalu lap lagi dengan kain kering dan diamkan beberapa saat dengan kondisi terbuka.
  • Bersihkan juga wadah untuk menakar beras dengan mencuci menggunakan air dan sabun sama seperti cara kita mencuci piring, setelah kering letakkan kembali di tempat semula.
  • Untuk mencegah tumbuhnya jamur, aturlah kondisi ruangan agar selalu dalam keadaan kering, bukalah pintu, jendela, beserta tirainya pada waktu siang hari agar udara di dalam ruangan tempat penyimpanan alat penyimpan beras menjadi kering (tidak lembab).
Baca lainnya  5 Alat Masak yang Selalu Diburu Menjelang Hari Raya
{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com

Yuk bahas artikel ini!