Cari Tahu Asal Usul Kue Pukis

Siapa yang bisa menolak aroma harum yang menyeruak dari gerobak pinggir jalan saat pagi atau sore hari? Begitu menengok, terlihat barisan kue berwarna kuning keemasan dengan bagian atas yang mengembang dan lembut. Ya, itulah kue pukis, salah satu jajanan pasar paling populer yang tak lekang oleh waktu. Namun, di balik rasanya yang manis dan gurih, tahukah kamu kalau kue pukis menyimpan sejarah yang cukup dramatis? Yuk, kita bedah asal-usul hingga keunikan kue yang satu ini!

Berawal dari Banyumas, Menyebar ke Seluruh Nusantara

kue pukis via diadona.id ala duniamasak
kue pukis via diadona.id ala duniamasak

Kue pukis yang kita kenal saat ini sebenarnya merupakan kudapan khas yang berasal dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berkat rasanya yang umum dan mudah diterima oleh lidah siapa saja, kini kue pukis telah merantau jauh. Kamu bisa dengan mudah menemukannya di Surabaya, Jakarta, bahkan hingga ke seluruh pelosok Nusantara. Biasanya, penjual kue pukis mulai menggelar dagangannya saat matahari baru terbit sebagai menu sarapan, atau di sore hingga malam hari sebagai teman camilan santai.

Baca lainnya  4 Alat Pemanggang Terbaik untuk Pesta Barbekyu Tahun Baru 2026

Sejarah di Balik Manisnya Kue Pukis

Meskipun rasanya manis, sejarah kue pukis ternyata bermula dari era penjajahan yang penuh perjuangan. Konon, kisah ini diawali dari masyarakat Sampang, Kebumen, yang diculik oleh penjajah dan dipekerjakan secara paksa untuk membuat kue ini. Pada masa itu, resep kue pukis dijaga dengan sangat rahasia oleh para penjajah.

Namun, sepandai-pandainya menyimpan rahasia, akhirnya bocor juga. Beberapa pekerja yang berhasil menguasai resep rahasia tersebut memutuskan untuk kabur. Dari sinilah mereka mulai memproduksi dan menjual kue pukis secara mandiri, hingga akhirnya resep ini menyebar luas ke masyarakat hidup sampai sekarang.

Nama Pukis

Bagi bangsa Eropa yang menjajah kala itu, kue pukis dianggap sebagai bentuk modifikasi dari kue wafel. Kemiripan ini jugalah yang mendasari penamaannya. Nama “pukis” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “terpukul” atau “terkena pukul”. Nama unik ini lahir dari proses pembuatannya. Saat adonan dituangkan ke dalam cetakan besi khusus yang panas (yang mirip cetakan wafel), cetakan tersebut akan diketuk atau dipukul-pukul sedikit. Tujuannya adalah agar adonan cair bisa mengalir dan tersebar dengan rata ke seluruh sudut cetakan, sehingga menghasilkan bentuk pukis yang kokoh dan mengembang sempurna.

Baca lainnya  #ARTOTELforHOPE, Harapan Untuk Sahabat Dengan Mental Disabilitas

 

{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com