Perbedaan Pastry, Cake, dan Bread dalam Dunia Bakery

Industri bakery selalu memiliki banyak penggemar, tidak heran bila saat ini muncul beberapa roti viral seperti salt bread. Aroma roti yang harum dan tampilan kue yang menarik selalu berhasil menarik perhatian pembeli. Tapi, jika sahabat Duma ingin masuk ke bisnis ini, penting untuk mengetahui bahwa dunia bakery sangat luas. Diantaranya adalah perbedaan pastry, cake, dan bread:

Pastry, Cake, dan Bread

kue kacang pic by halodoc
kue kacang pic by halodoc

Banyak orang menganggap semua jenis kue dan roti itu sama, hanya karena rasanya manis atau teksturnya lembut. Padahal, kalau dilihat lebih dekat, pastry, cake, dan bread (roti) memiliki perbedaan yang jelas dalam bahan, cara membuat, dan ciri khas masing-masing. Berikut ini adalah perbedaan dasar antara ketiganya yang bisa membantu sahabat Duma memilih ide bisnis yang tepat:

Jenis produk

Dunia bakery dibagi menjadi beberapa jenis utama, seperti pastry, cake, dan bread. Masing-masing punya peran yang berbeda. Pastry memiliki ciri khas yang berbeda. Adonannya renyah, berlapis, dan banyak mengandung lemak. Contoh pastry yang terkenal adalah croissant, danish, puff pastry, eclair, serta choux pastry (kue sus). Sementara itu, kue lebih sering dianggap sebagai hidangan manis dengan tekstur lembut dan basah. Kue biasanya disajikan saat acara spesial, seperti ulang tahun atau pernikahan. Contohnya adalah sponge cake, chiffon cake, brownies, dan tart. Di lain sisi, Bread biasanya jadi makanan pokok atau camilan sehari-hari yang lezat dan mengenyangkan. Contohnya ada roti tawar, roti gandum, roti sobek, baguette, hingga donat.

Bahan dasar dan tekstur

Perbedaan dalam karakteristik ketiga macam camilan tersebut disebabkan oleh perhitungan bahan dasar dan cara penggabungannya masing-masing. Adapun pembuatan pastry ini sangat ditentukan oleh cara manipulasi adonan lemaknya yang berisi dari tepung dan mentega atau korsvet dengan cara pelipatan tertentu yang akan menghasilkan tekstur camilan ini yang sangat kering dan renyah. Sedangkan untuk pembuatan Cake, kue tersebut dikemas oleh campuran tepung protein rendah, gula, telur, dan mentega sehingga menghasilkan tekstur camilan tersebut yang sangat lembut dan ringan. Bread banyak bergantung pada tepung terigu protein tinggi, air atau susu, garam, dan yeast (ragi) untuk pengembangan, sehingga memunculkan tekstur camilan ini yang sangat empuk dan berserat.

Baca lainnya  Pengeluaran Lebaran, Yuk Persiapkan Mulai Sekarang!

Spesialisasi dan waktu konsumsi

Dari segi waktu konsumsinya, ketiga jenis ini pun memiliki target pasar sendiri-sendiri. Pastry merupakan camilan yang sangat ideal jika dinikmati bersama dengan coffee break dan seringkali dihidangkan sebagai appetizer atau dessert di restoran dan hotel modern. Cake adalah produk yang lebih musiman, dimana keberadaannya adalah pesanan spesifik sebagai pilihan hadiah atau dessert pada acara formal tertentu. Sedangkan bread merupakan produk yang lebih universal dikarenakan konsumsinya yang dilakukan setiap hari oleh masyarakat sebagai menu sarapan, makan malam, atau bekal saat beraktifitas.

Penggunaan peralatan produksi

Proses pembuatan ketiganya pun menjadi salah satu perbedaan dari mulai skalanya dan peralatan yang digunakan. Proses produksi bread yang sudah diterapkan baik secara industri atau pun komersial sangat memerlukan modernisasi dari peralatan otomatis guna mempertahankan efisiensinya dengan peralatan seperti spiral mixer besar kapasitas, mesin pembagi adonan atau (dough divider), proofer sebagai pengatur ragi serta oven dek berukuran besar. Sebaliknya, proses pembuatan cake dan pastry ini jauh lebih membutuhkan ketelitian dalam penggunaan peralatan tangan manual namun tetap menggunakan mixer dan oven biasa. Pada proses pastry sendiri, beberapa peralatan seperti rolling pin, pastry cutter bahkan dough sheeter menjadi hal penting dalam pengpipihan lapisan lemak, sedangkan proses cake lebih banyak sentuhan personal.

Baca lainnya  Buah Ciplukan yang Kaya akan Manfaat, Harganya Mahal!

Keterampilan dan pelatihan yang dibutuhkan

Kedua skill yang dimaksud ini akhirnya menjadikan dua profesi tertentu dengan focus training yang berbeda pula, yaitu Baker dan Pastry Chef. Skill yang dimiliki oleh seorang baker atau ahli roti meliputi pengetahuan tentang proses fermentasi, kesempurnaan dalam menakar persentase komposisi bahan, juga memiliki sensibilitas yang tinggi terhadap kondisi suhu ruangan yang bisa mempengaruhi tumbuhnya ragi. Sedangkan pastry chef atau ahli kue & pastry haruslah memiliki skill visual & seni yang tinggi guna mendekorasi estetika kue, teknik laminating untuk menghasilkan karya flaky dan memiliki pengetahuan tentang penempatan rasa dan tekstur dari berbagai filling kue.

 

{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com