Jangan Minum Susu Terlalu Sering, Berikut Efeknya!

Jangan berlebihan minum susu ya. Designed by Freepik

Minum susu adalah rutinitas sehat yang menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Namun tahukah kamu jika mengonsumsi susu terlalu sering dalam jumlah yang banyak akan menimbulkan dampak negatif. Banyak orang yang mengira bahwa mengonsumsi susu itu sehat. Padahal tidak selalu begitu.

Baik buruknya susu bagi tubuh saat ini menjadi kontroversi. Organisasi kesehatan mendukung konsumsi susu karena baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa susu memiliki dampak buruk bagi tubuh. Selain itu, juga ada kondisi-kondisi tertentu pada orang yang tidak dapat mengonsumsi susu. Nah, apa aja nih dampak negatif susu yang mungkin terjadi? Simak penjelasan tim DuniaMasak berikut.

Susu Segar Via Tribunnews.com

Mengapa Minum Susu Belum Tentu Baik Bagi Tubuh?

Susu memang memiliki fungsi yang banyak, namun terkadang susu juga membawa dampak negatif bagi tubuh. Beberapa orang mungkin juga disarankan untuk tidak menjadikan susu sebagai sumber utama kalsium bagi tubuhnya. Ada beberapa alasan mengapa susu mungkin bukan menjadi sumber kalsium terbaik untuk semua orang, yaitu:

1. Intoleransi laktosa (lactose intolerance)

Orang yang mempunyai lactose intolerance tidak disarankan untuk menjadikan susu sebagai sumber kalsium bagi tubuhnya. Susu dan produk susu lain seperti keju, yogurt, serta produk susu mengandung laktosa (gula susu) yang akan dicerna tubuh dengan bantuan enzim bernama laktase. Namun, laktase di dalam tubuh seseorang berbeda-beda jumlahnya. Beberapa orang tidak dapat mencerna laktosa dari susu dengan baik karena hanya mempunyai sedikit enzim laktase dalam tubuhnya.

Lactose Intolerance via health.facty.com

Lactose Intolerance via health.facty.com

Bagi orang yang mempunyai intoleransi terhadap laktosa, makan atau minum produk susu dapat menyebabkan masalah kram, kembung, perut bergas, dan diare. Gejala-gejala ini dapat muncul dari tingkat ringan sampai berat lho.

Baca lainnya  Fakta Menarik Hari Natal, Unik Banget Nih

Selanjutnya gimana sih agar orang dengan intoleransi laktosa dapat mencukupi kebutuhan kalsiumnya? Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi sumber kalsium lain selain susu, antara lain sayuran berdaun hijau (seperti brokoli, lobak hijau, dan pokcoy), ikan dengan durinya (seperti sarden dan ikan teri), dan kacang-kacangan (seperti kedelai dan almond).

2. Alergi Pada Susu

Bagi beberapa orang yang memiliki alergi susu, jelas susu membawa dampak negatif. Alergi pada susu sapi sering ditemukan pada bayi dan anak kecil. Alergi ini muncul pada anak yang mempunyai kadar antibodi susu sapi yang tinggi pada darahnya. Sensitivitas pada susu sapi sangat bervariasi antar anak yang memiliki alergi susu. Untuk menghindari dampaknya, hindari makanan dan minuman yang mengandung susu sapi dan produk susu sapi lainnya. Anda dapat membaca label pada setiap kemasan makanan atau minuman sebelum membelinya.

3. Menimbulkan Jerawat

Sebagian besar remaja pasti pernah mempunyai jerawat di wajahnya. Salah satu makanan atau minuman yang dapat menyebabkan jerawat adalah susu atau produk yang mengandung whey protein. Yap, di dalam susu terkandung insulin dan hormon pertumbuhan IGF-1. Kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat lho sahabat duma. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh dapat memberi sinyal pada faktor-faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah.

Baca lainnya  Tips Membuat Ketupat untuk Lengkapi Menu Lebaran

4. Kemungkinan Peningkatan Risiko Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker ovarium dan kanker prostat. Sebuah penelitian di Harvard menunjukkan bahwa pria yang minum dua gelas susu atau lebih dalam sehari mempunyai kemungkinan risiko kanker prostat hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak minum susu sama sekali.

Banyak jenis kanker dan masing-masing jenis kanker mempunyai hubungan yang berbeda dengan konsumsi susu. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi susu meningkatkan risiko kanker. Namun, juga ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko kanker kolorektal. Hubungan antara kanker dan konsumsi susu sangat kompleks. Susu mungkin bisa menjadi salah satu penyebab kanker, tetapi hal ini berbeda-beda tergantung individu masing-masing dan susu jenis apa yang diminum. Hubungan antara kanker dan konsumsi susu jelas perlu diteliti lebih lanjut.

Sahabat duma, minum susu memang sehat untuk kebutuhan sehari-hari, namun konsumsilah dalam batas normal ya.

{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com

Yuk bahas artikel ini!