5 Trik Membuat Sambal Enak dan Tidak Cepat Basi

Membuat Sambal Enak bersama DuniaMasak via canacopegdl.com

Bagi banyak orang, makan nasi dengan lauk dan sayuran tanpa didampingi sambal rasanya kurang lengkap. Apalagi masyarakat Indonesia, tidak heran bila sambal sudah menjadi salah satu menu pendamping yang wajib ada di meja makan. Membuat sambal sendiri tidak sesulit yang dibayangkan, kok. Berikut tips membuat sambal enak sebagai pelengkap menu masakanmu.

Sambal Enak & Tidak Mudah Basi, Ikuti Langkah Berikut:

Sambal enak via sambelhejosambeldadak.com

Sambal enak via sambelhejosambeldadak.com

Nah, untuk mendapatkan sambal yang memiliki cita rasa lezat atau sambal enak, ada sejumlah trik yang perlu kamu terapkan. Jika kamu memiliki waktu luang dan ingin mendapatkan cita rasa sambal yang lebih enak, maka sebaiknya diulek. Dengan cara ini, cabai tidak perlu ditambah cairan (air atau minyak). Cairan tambahan ini dapat membuat rasanya menjadi tidak terlalu pedas.

Trik lainnya agar sambal lebih lezat dan tahan lama disimpan dalam kulkas, seperti berikut ini:

1. Pastikan semua bahan yang digunakan untuk membuat sambal dalam keadaan segar dan bersih. Pastikan pula alat memasak yang digunakan dalam keadaan bersih dan kering. Jangan sampai ada sisa kotoran menempel pada alat memasakmu ya sahabat duma! Karena, hal tersebut akan menyebabkan sambal cepat basi.

Baca lainnya  Sejarah: Asal Muasal Kue Keranjang Imlek

2. Agar sambal lebih tahan lama, sangrai atau goreng terlebih dahulu cabai dan tomat sebelum dihaluskan. Setelah itu, haluskan cabai, tomat dan bahan lainnya. Setelah halus, goreng sambal sekitar 7-10 menit, hingga sambal mengeluarkan minyak. Masak sambal menggunakan api kecil. Pastikan sambal benar-benar matang ya! Oiya sahabat duma, sambal yang dimasak tidak hingga matang akan membuatnya tidak tahan lama. Setelah sambal matang, jangan langsung menyimpan sambal di dalam wadah. Biarkan sambal hingga benar-benar dingin terlebih dahulu.

3. Pastikan wadah penyimpanan dalam keadaan bersih dan kering. Tutup rapat dan simpan di dalam lemari pendingin atau freezer. Penyimpanan sambal di dalam freezer akan membuat sambal lebih lama tahan, dibandingkan di suhu ruang atau di dalam lemari pendingin.

4. Gula pengawet alami. Meski pedas, selain garam sambal tetap perlu menggunakan gula. Dalam sambal, gula berperan sebagai pengawet dan penyeimbang serta meningkatkan rasa gurih dan harum. Takaran umum yaitu harus dua kali lipat dari garam. Gula putih akan lebih baik ketimbang gula merah. Karena rasanya yang lebih manis sehingga tidak perlu banyak memberikan gula ya!

Baca lainnya  5 Tips Memasak Anti Gagal ala duniamasak.com

5. Gunakan sendok bersih dan kering saat akan mengambil sambal agar daya simpannya makin panjang. Hindari memakai sendok yang sudah dipakai untuk mengambil bahan masakan lain, atau bahkan sudah disuapkan ke mulut. Bakteri atau kotoran yang mungkin ada di udara atau di dalam makanan lain akan menempel di sendok, lalu merusak tektur dan rasa sambal.

Berbeda untuk sambal mentah seperti dabu-dabu tidak bisa disimpan lama dan biasanya langsung dikonsumsi sesaat setelah dibuat. Nah, untuk sambal setengah matang, seperti sambal matah bisa tahan sampai dua hari di suhu ruang, dan dua sampai tiga minggu di dalam lemari pendingin. Sedangkan, untuk sambal matang seperti sambal terasi mampu bertahan hingga 3-5 hari pada suhu ruang, dan 3 bulan di dalam lemari pendingin.

{{ item.name }}

{{ item.name }}

In DuniaMasak.com

Yuk bahas artikel ini!